Pelajaran yang didapat dari founder Bukalapak.com, Achmad Zaky



Bisnis eCommerce keliatannya memang lagi hot di Indonesia. Ada Lazada, Tokopedia, Zalora dan salah satunya, Bukalapak.com. Achmad Zaky, seorang lulusan Teknik Informatika ITB ini awalnya memiliki usaha konsultan digital bernama Suitmedia. Melihat banyaknya keluhan para penjual dan pembeli online, muncul lah idenya untuk
membuat website jual beli online ini. Bukalapak yang awalnya hanya berisikan 3 orang dalam timnya, sekarang website tersebut sudah mencapai nilai transaksi $80M (2014). Terus apa aja yang Team Kepo pelajari dari cerita perjalanan Achmad Zaky mendirikan Bukalapak hingga sekarang? Berikut beberapa poin yang kita pelajari:

sumber foto: komunitas.bukalapak.com
1. Sang founder pandai memanfaatkan timing. Ditulis di interviewnya yang kami baca di startupbisnis.com, Achmad mengatakan bahwa niche mereka adalah sepeda. Kenapa jualan sepeda? Karena di waktu itu (2010), sepeda fixie dan car free day lagi booming. Mereka menyadari kalau semua orang yang mereka jumpai di Facebook, menyukai sepeda. Mengetahui hal ini, ia mulai fokus untuk mencari orang-orang yang senang jualan online dan itu dilakukan terus menerus hingga sekarang bukalapak enggak cuma jual sepeda. Dari sini kita dapatkan, jeli dengan informasi-informasi kecil akan sangat berguna untuk perkembangan bisnis kamu.

2. Pandai mengelola pengeluaran adalah kunci dari perkembangan startup yang sukses. Achmad menjelaskan bagaimana dia hanya menggunakan Facebook sebagai media utama marketing pada awal pendiriannya. Diceritakan juga kalau dia tidak melakukan hiring besar-besaran walaupun memiliki kas yang cukup. Selama semua masih bisa di jangkau dan dikerjakan dengan tim yang ada, penambahan anggota tim tidak diperlukan. Hal yang sederhana tapi bisa saja terlupakan, apalagi kalo udah dapat profit besar atau investasi milyaran. Sang founder sendiri menceritakan gimana dia menolak investasi bernilai 10M karena nilai tersebut belum dibutuhkan di waktu itu. Kontrol keuangan yang baik adalah vital untuk kelangsungan startup kamu.

3. Fokus untuk menyelesaikan satu persoalan sangat penting. Kamu harus betul-betul paham apa prioritas kamu dan fokus untuk memecahkan masalah itu. Seringkali para pebisnis mula-mula kebingungan untuk menetapkan mana yang prioritas dan mana yang tidak. Dan pada akhirnya semua pekerjaan tidak tuntas dan malah menimbulkan permasalahan baru. Apalagi dengan sumber daya manusia yang seadanya (seperti cerita mas Achmad) di awal-awal mula bisnisnya, perencanaan kerja yang baik itu sangat penting untuk bisnis kamu.

Kalo kamu mau baca interviewnya, klik link disebelah ini startupbisnis.com
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment