Meniru ide orang lain untuk menjalankan bisnis, salah enggak?


Enggak. Itu pendapat Team Kepo. Topik ini memang debatable dan memancing banyak opini namun ini pendapat pribadi kami. Meniru lalu mengembangkan ide tersebut untuk jadi lebih baik,
bukanlah hal yang buruk. Faktanya, semua bisnis yang ada sekarang, 'meniru' ide bisnis yang sebelumnya dan membuat produk yang jauh lebih baik. Enggak pernah ada seseorang yang datang dengan ide 'yang benar-benar baru'. Dan menurut kami, ini justru jadi ajang yang bagus untuk berkompetisi. Melihat mana yang bertahan paling lama merebut hati customer, mana yang paling inovatif dan mana yang eksekusinya paling mantap. Selain itu, kalaupun bisnis A idenya ditiru sama bisnis B, mereka tetap enggak akan bisa niru visi jangka panjang bisnis A, ini semua tergantung foundernya.

Baru-baru ini kita lihat gimana GOJEK berkembang pesat sebagai ojek aplikasi. Tak perlu menunggu lama, beberapa ojek aplikasi bermunculan (BluJek dan LadyJek) misalkan. Hal ini bukan hal yang buruk. Meski banyak orang yang mencibir kehadiran mereka, justru dengan kehadiran mereka 'kompetisi' di dunia startup indonesia semakin panas dan menarik. Ini baik untuk perkembangan industri startup Indonesia. Nantinya 'peniru' ini pasti akan ber-inovasi dengan berbagai fitur baru untuk saling menjegal lawannya.

Jadi kesimpulannya, jika kamu mau meniru bisnis orang lain, ya enggak apa-apa. Kembangkanlah ide itu untuk menjadi lebih baik dan bersainglah dengan sehat. Bedakan dengan menjiplak. Menjiplak contohnya kamu menggunakan logo Apple atau memakai nama bisnis 'Microsoft'. Ingat, orang-orang model Mark Zuckerberg, Steve Jobs dan Bill Gates juga meniru dan mengembangkan ide orang lain untuk menjadi lebih baik. Tanpa mereka, enggak ada Microsoft Word atau Facebook yang bisa kamu akses di MacBook/iPhone kamu
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment